doa adalah usaha adalah doa adalah usaha adalah doa adalah usaha adalah doa adalah usaha adalah doa adalah usaha doa adalah usaha adalah doa adalah usaha adalah doa adalah usaha adalah doa adalah
Showing posts with label Contemplations. Show all posts
Showing posts with label Contemplations. Show all posts
Monday, July 07, 2014
Doa adalah
it's something about
Contemplations,
I think...,
Introspeksi,
Ungkapan Hati
Friday, April 19, 2013
...yang namanya teman
Bagi saya, memiliki teman, sahabat, bagaimanapun orang mengistilahkannya - adalah seperti memiliki perhiasan.
Bisa saja kamu memilikinya untuk status dan rasa penghargaan-diri atau bisa saja kamu memilikinya sebagai sebentuk penghias diri yang tak perlu terlalu banyak, terlalu berkilau atau selalu melekat padamu, tapi selalu kamu hargai untuk bisa memilikinya.
Bisa saja kamu memilikinya untuk status dan rasa penghargaan-diri atau bisa saja kamu memilikinya sebagai sebentuk penghias diri yang tak perlu terlalu banyak, terlalu berkilau atau selalu melekat padamu, tapi selalu kamu hargai untuk bisa memilikinya.
it's something about
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
Ungkapan Hati
Tuesday, December 11, 2012
"...all those lights may have blind me."
Perhatian sebelumnya: Barangkali beberapa hal yang dinyatakan dalam posting ini akan bersifat menyinggung dan subjektif, namun mohon pengertiannya bahwa semua ini hanya pemikiran-pemikiran yang diutarakan dengan apa adanya oleh penulis, tanpa bermaksud menyerang atau mengambil keuntungan dari pihak manapun. Tulisan ini hanyalah bentuk pengekspresian pemikiran semata.
Bisa kesambet apa saya tertarik untuk mendaftar Paduan Suara Mahasiswa di kampus.
Yah tapi itu sudah terjadi dan sudah cukup lama berlalu, sudah selesai menjadi salah satu fragmen kejadian kecil yang membuat saya sedikit belajar.
Kembali lagi ke pernyataan yang mengawali postingan ini. Ya, mungkin saya sedikit silau akan prestasi dan “nama besar” paduan suara universitas saya yang sudah terkenal sampai luar negeri. Bahkan terakhir kali paduan suara universitas saya itu memenangkan medali dari China, dan kebetulan China saat ini saya kaitkan dengan boy group produksi Korea dan citarasa Mandarin yang sedang saya cukup gemari yaitu EXO-M.
...ganteng-ganteng, ya.
Singkat cerita, silaunya kesempatan untuk keluar negeri dan kemungkinan bisa mengunjungi negeri pangeran-pangeran yang hanya dalam angan saya itu lah yang kira-kira menjadi alasan, dengan jujur saja saya katakan itu. Saya yang notabene nggak pernah masuk dalam dunia ke-paduan suara-an.
Anak muda sekarang menggambarkan keadaan semacam ini dengan satu kata: “Pfft.”
Iya, “Pfft...”
***
Meskipun demikian, nggak sedangkal itu juga sih alasan saya. Kalau ditanya apakah saya suka musik, suka nyanyi, dan suka bareng-bareng seperti yang dinyatakan dalam promosi rekrutmen terbuka paduan suara universitas itu, sih, memang saya suka. Sudah lama musik itu adalah salah satu hal yang membuat hidup saya terasa lebih ada artinya, dan saya juga menemukan kesenangan dari ikut menyanyikan lagu yang sesuai dengan selera dan isi hati, dan sebagai manusia tentunya saya juga bukan makhluk soliter yang suka apa-apa sendiri.
Berbekal alasan-alasan itulah, serta logika untuk tidak melepaskan kesempatan ini karena toh ada proses seleksi yang justru membuat kemungkinan untuk “udah-coba-saja” semakin besar. Saya pun mendaftar dan begitu juga dengan kakak saya yang sudah lama memendam keinginan untuk bisa bergabung dengan tim paduan suara universitas itu.
The light just seem too bright and maybe I was hoped to be shone underneath it.
***
Sampai ketika ada semacam acara One Day Training diadakan dan tentunya saya ikuti itu dengan kesadaran besar sebagai orang yang sama sekali awam dengan ke-paduan suara-an. Mengikuti acara itu ternyata membuat saya sadar betapa saya sama sekali nggak nyangka kalau urusan ke-paduan suara-an ini bener-bener bukan main-main. Meskipun saya juga maksudnya juga bukan main-main, tolong mengerti sajalah maksud saya, ya.
Paduan suara universitas saya ini berprestasi besar juga dengan kompensasi yang nggak ringan, latihan hampir setiap hari dan lebih-lebih kalau ada job dan kompetisi, pendanaan juga sifatnya terkesan mandiri, bahkan bisa sampai ngamen, ngawul (jualan baju bekas) dlsb. Saya jadi geleng-geleng kepala dan mulas dalam bayangan ketika membayangkan gimana jadinya dengan kuliah yang juga sama-sama padat, dengan segala dinamika sistem KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi) yang sedang saya jalani ini.
Belum lagi juga uraian yang disampaikan mengenai teknik bernyanyi, saya juga nggak sebegitu menyangka betapa ekspektasi tentang kematangan teknik juga sangat dituntut dari pak pelatihnya. Cukup “mengguncang” saja rasanya, bagi saya yang lebih memihak pada perasaan daripada kekakuan hal-hal praktikal ketika mendengar sendiri ucapan beliau kalau misalnya anggapan bahwa menyanyi dengan mengandalkan perasaan itu salah.
Bisa saja sih saya salah tangkap, cuma saya jadi berpikir apakah saat itu saya menemukan pandangan nggak sama yang cukup “fatal” untuk dilakukan.
Sepulangnya dari One Day Training itu, saya hanya lebih banyak membawa pulang rasa ragu.
***
Hari seleksi datang dan saya serta kakak datang cukup awal untuk bisa juga diseleksi lebih awal. Tesnya secara keseluruhan terdiri dari tes wawancara, tes nada, tes koreografi (sederhana), dan tentunya tes menyanyi disaksikan pak pelatihnya.
Keraguan itu semakin menggedor hati saya ketika saya diwawancara (halah). Terlebih ketika pertanyaan soal kemungkinan saya “mendua” dengan minat lain serta organisasi lain ditanyakan, soal mana yang lebih saya utamakan, bagaimana membagi prioritas, bagaimana dan bagaimana lainnya. Sampai-sampai ketika saya menyebutkan keinginan saya untuk juga mengikuti UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) jurnalistik di kampus, ditanyakan lagi kalau begitu apa saya lebih ingin menulis atau menyanyi? Terus apakah saya benar-benar ingin masuk PSM?
Saya kira apapun dan bagaimanapun saya menjawab semua itu hanya terasa sebagai suatu hal yang mengambang saja sekarang.
Tes nada dan tes koreografi... well, I am not that musical nor I could danced that well. Begitulah.
Terus di sinilah di tes tahap terakhir waktu disuruh nyanyi di depan pak pelatih yang bisa dibilang benar-benar klimaks dari segala perasaan mengambang dan ragu itu (halah kedua). Suara saya yang entah kenapa dimasukin ke kelompok suara sopran (....) diminta untuk terus meninggi dan meninggi menyanyikan reff lagu “Sendiri Lagi” yang saya pilih. Oh mengapa oh mengapa. Bapak pelatih pun meninggalkan testimoni bahwa saya bukan apa-apa kalau belum bisa mencapai ketinggian nada tuts kibor yang makin lama makin bening itu karena sopran benerannya di sana seharusnya bisa mencapai nada yang kanan banget dari kibor menurut sudut pandang pak pelatih. Oh oke lah pak kalau begitu.
Terus ketauan kalau saya dari SMA yang paduan suaranya bagus, dan ternyata lulusan SMA saya juga ada yang juga gabung di paduan suara mahasiswa itu. Oh, gitu ya pak. Iya pak saya memang nggak ikut waktu SMA. Terus waktu giliran kakak saya juga... waktu kakak saya dipanggil saya udah harus keluar ruangan seleksi sih jadi entah deh gimana persisnya pak pelatih bilangnya.
Kakak saya cerita kalau dia lebih suka melupakan apa yang pak pelatihnya itu katakan sama dia. Oh gitu ya yang kesekian.
Iya dan sepulangnya dari seleksi pun saya hanya meragu. Gayanya ya, seakan-akan saya berpotensi besar banget untuk diterima.
***
Meskipun kemungkinan untuk diterima itu hampir kayak kemungkinan terjadinya mukjizat, tapi selama menunggu pengumuman saya juga nggak bisa memungkiri kalau rasa meragu itu masih menggantung terus di hati (halah yang ketiga). Saya jadi takut akan bagaimana jadinya kalau SEMISALNYA saya diterima, apakah saya nanti akan bisa tetep keep in pace sama kuliah, apa nanti saya bisa bener-bener membagi antara kegiatan di jurnalistik sama padatnya latihan di PSM, juga dengan keadaan mobilitas saya yang nggak bisa kemana-mana "sefleksibel itu" karena saya masih bergantung dalam urusan transportasi. Gimana kalau saya mesti latihan sampai malam, harus gimana dan gimana nanti. Gimana juga dengan “perbedaan pandangan” itu?
...dan semua itu pernah sampai dalam tahap dimana saya diam-diam berpikir kalau mungkin lebih baik kalau saya nggak diterima. Bahkan sampai kebawa mimpi dimana waktu dalam mimpi itu saya seolah pertamanya dibilang diterima, tapi ternyata itu cuma “pancingan” buat penentu diterima atau nggak tambahan yang berupa G-Dragon dan Taeyang BIGBANG (ini serius saya mimpikan) yang bilang lebih suka suara temen SD saya yang di mimpi seolah-olah menjadi kompetitor terakhir saya di seleksi padahal notabene dia pengen banget masuk, dan di mimpi itu saya ragu-ragunya sama.
Lalu akhir mimpi itu adalah ketika ternyata saya nggak diterima, lalu saya berlari keluar gedung seleksi yang serupa mansion (...), lari dengan rasa lega yang ganjil dilatarbelakangi intro instrumental lagu Lovers In Japan nya Coldplay, lalu saya bilang sama temen SD saya (yang udah siap-siap pulang sambil nangis sedih) kalau dia yang diterima. Di situ pun saya berpesan agar dia bilang ke G-Dragon dan Taeyang kalau saya itu penggemar mereka dan saya minta maaf kalau saya kayak dijadikan pancingan agar seleksi itu (yang ceritanya di mimpi itu seperti reality show)keliatan “panas”, dan bikin mereka “gelo” karena mereka “nggak suka” suara saya. Saya nitip agar temen SD saya itu bilang kalau saya akan tetep mendukung mereka. Oh VIP yang ngenes banget ya keliatannya.
Iya dan kenyataan waktu pengumuman yang sebenernya keluar pun hasilnya juga sama. Saya nggak diterima (sayangnya, begitu juga dengan kakak saya padahal saya berharap setidaknya kakak saya bisa diterima...), tapi saya entah kenapa lega. Saya bebas dari keraguan itu.
***
Mungkin memang ini yang terbaik, dan meskipun kakak saya lebih termotivasi untuk diterima daripada saya, saya juga berharap ini memang yang terbaik. Saya tahu kalau saya merasa belum bisa menerima pandangan pak pelatih yang mengesankan kalau PSM itu butuh yang tahu teknik, lebih dari apapun. Ternyata itu juga yang terimpresikan kepada kakak saya waktu dia diseleksi menyanyi, seperti yang kakak saya bilang, kalau begitu mengapa sekalian saja dicantumkan kalau PSM hanya mencari orang yang sudah pernah les vokal atau apa, mengacu pada ucapan pak pelatih yang bilang kalau kemampuan kami bersaudara (halah yang keempat) masih kurang dan kami harus latihan teknik.
Kakak saya bilang gimana bagi dia saat itu terkesan sekali dari apa yang dikatakan kalau kok berani-beraninya kami daftar PSM dengan teknik yang kurang kayak begitu. Oh gitu ya ternyata yang kedua, kalau nggak salah.
Mungkin memang benar, kalau menyanyi itu pasti butuh teknik. Lalu waktu kita sudah menguasai tekniknya, baru kita kasih “perasaan”. Mungkin maksud bapak pelatihnya gitu. Gak tahu lah ya. Saya harap kakak saya bisa segera overcome kekecewaan itu, seperti saya nggak kecewa segitunya.
Seperti di mimpi juga temen SD saya itu diterima, dan saya pikir that is what she deserve kok. Ya sudahlah, saya berkesimpulan kalau saya akan berusaha untuk menemukan cara lain agar bisa keluar negeri. Cara lain agar bisa ke Korea. Baiklah, saya akan menekuni menulis dan mengikuti macam-macam kompetisinya dan siapa tahu kesempatan itu akan datang.
Siapa tahu suatu saat rejeki akan malu karena tidak mendatangi saya yang akan mengusahakan kesempatan-kesempatan untuk menulis dengan kemungkinan untuk menghasilkan.
Mungkin semua ini menunjukkan bahwa saya ternyata bisa lebih menerima konsekuensi menekuni menulis daripada konsekuensi menekuni menyanyi di PSM, mungkin itu yang Allah SWT. coba tunjukkan pada saya. Siapa yang tahu.
Barangkali juga semua ini menunjukkan pada saya soal “mencintai suatu hal dengan seutuhnya”, bahwa kadang cahaya yang menyilaukan itu hanya terasa membutakan, dan nggak membuat kita melihat yang sebenarnya. Bahwa yang sebenarnya itu mungkin belum tentu apa yang teraik buat kita, betapapun menyilaukannya itu terlihat di luar. Bahwa “mencintai suatu hal dengan seutuhnya” itu berarti juga menerima apa yang ada di balik kegelapan bayang-bayang cahaya menyilaukan itu.
Just don’t let those lights left you blind.
it's something about
Campus Life,
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
Ungkapan Hati
Tuesday, November 20, 2012
The Three Words.
Jadi, bukan, bukan I. Love. You.
Siang tadi, saya baru diwawancarai untuk perekrutan anggota Psikologi Jurnalistik Undip, dan kira-kira hampir di penghujung wawancara yang telah saya ikuti dengan jawaban yang makin lama makin inkoheren, tipikal, dan lain sebagainya, mendadak sang kakak pewawancara (yang entah kenapa membuat saya merasa nggak enak karena kayaknya jawaban saya nggak membuat ekspresinya cukup tertarik?) menanyakan satu pertanyaan yang tidak terlalu saya antisipasi sebelumnya.
Meski sebenarnya, saya nggak mengantisipasi pertanyaan apapun.
Coba sebutkan tiga kata yang bisa menggambarkan dirimu.Setelah mendengar pertanyaan itu, berbagai macam pikiran muncul di dalam kepala saya; tapi yang juga terjadi adalah saya harus cepat menjawab ini.
Meski saya berpikir untuk menyebutkan "bakmi" dan atau "kentang", saya nggak menyebutkannya karena itu terlalu mengesankan orientasi abnormal pada makanan tertentu, dan seharusnya saya membuat si kakak mau menerima saya sebagai anggota tim jurnalistik kampus yang bisa diandalkan bukannya gila bakmi dan kentang.
Di situ saya kembali harus berpikir cepat, men, dan akhirnya yang saya katakan adalah
...mengacu pada kesadaran saya akan bagaimana saya selalu merasa nyaman untuk menjadi diri saya dan mengutarakan apa yang ingin saya katakan lewat tulisan; menggantikan kata "pemalu" yang sebenarnya sempat terpikirkan, tapi entah kenapa saya tolak. Meskipun mungkin memang saya pemalu, saya sedang dalam masa ingin berubah menjadi... sesuatu... apa?Tulisan,
*diucapkan sangat pelan karena nggak terlalu yakin*...buku*dan akhirnya nggak jadi dan saya akhirnya mengeraskan suara*...berdasar pada bagaimana saya memandang sesuatu selama beberapa lama ini, entahlah, rasanya seperti susah sekali bagi saya untuk mengabaikan pikiran bagaimana saya tidak ingin memerlakukan sesuatu dalam cara yang saya sendiri tak akan suka menerimanya....menghargai,
...jujur saja saya juga nggak terlalu paham kenapa saya akhirnya menjadikan kata ini sebagai kata ketiga untuk menggambarkan diri saya.Setia.
Saat saya menulis ini, saya jadi teringat kalau saya pernah berpikir apakah mungkin saya memang punya semacam sense of belonging yang besar pada sesuatu meski saya nggak pernah benar-benar mengekspresikannya.
Sesuatu apa? Sebenarnya macam-macam, dari mulai benda-benda, dimana saya suka banget kesal sama kakak saya kalau pakai/pinjam barang saya sembarangan, sampai pada orang-orang... dan, untungnya saya masih cukup sadar untuk nggak terlalu mengekspresikan itu. Syukur deh, seringnya saya bisa cukup "sigap" bahwa saya nggak akan selalu berhak merasa bisa "terus memiliki" orang-orang yang saya anggap berarti, bahwa saya nggak bisa memaksakan anggapan apapun terhadap orang lain.
So that's my three words, what about you?
it's something about
Campus Life,
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
Ungkapan Hati
Tuesday, August 28, 2012
"...but they don't recognize me, I didn't look the same."
Menjadi mahasiswa... akhirnya?
Untuk jujur saja dikatakan, memang tidak banyak yang bisa saya katakan, namun saya tidak bisa cukup berterima kasih pada keridhaanNya karena saya bisa mendapatkan universitas dan jurusan lanjutan seusai SMA dengan cukup mulus, dan seperti halnya orang-orang yang memulai sesuatu... ya, saya juga berharap saya bisa melakukan kuliah ini, jadi mahasiswa... dengan baik.
Amiin.
Diterima di Fakultas Psikologi Undip, dan saya memulai hari pertama PMB (Penerimaan/Pengelolaan Mahasiswa Baru) dengan perasaan campur aduk antara saya juga penasaran, deg-degan, dan diam-diam semacam dazzled dalam hati karena resmi sudah ya, saya memulai semacam lembar baru di kehidupan sosial baru dengan banyak pembelajaran baru lagi... sementara bayangan teman-teman dekat yang sangat berkesan di hati yang rasanya “baru saja” saya temukan satu tahun lalu. How life goes on and I better walk along.
Jujur saja tadi adalah hari pertama PMB yang oke oke saja, nggak banyak keluhan/saran yang terpikirkan di pikiran saya yang biasanya memang selalu sewajarnya saja (haha)... semacam perkenalan-perkenalan kehidupan perkuliahan diberikan hari ini; beberapa materi dibawakan oleh Pembantu Dekan (PD) dan/atau dosen yang ternyata menyenangkan isinya dan pembawaannya; membuat saya jadi penasaran juga untuk tahu nantinya kuliah dengan beliau-beliau ini nantinya bakal se-menarik apa.. semoga saja deh.
Menarik banget rasanya menyaksikan sendiri pembawaan Bapak/Ibu yang lucu-lucu celetukannya itu, padahal diam-diam mereka semua ini pakar di bidang masing-masing^^ lega banget rasanya menyaksikan citra dosen yang kadang suka digambarin galak dan kaku bisa nggak terasa tadi (:
Tapi seperti biasa aja sih, untuk soal menjalin kehidupan sosial dengan sekitar itu mungkin emang saya nggak akan menemui hasil instan... entah karena pembawaan atau saya memang belum cakap. Mungkin saja faktor kalau saya jarang ikutan kumpul-kumpulnya mereka juga berpengaruh?...bukannya gimana, secaranya juga saya nggak masuk dalam lingkungan kos dan mobilitas transportasi saya untuk bisa pergi dari satu tempat ke tempat lain juga terikat oleh pihak-pihak yang mengantar saya u,u
Senyum, basa-basi, biasalah ya... Saya tahu sih saya nggak perlu terlalu memikirkan ini dengan berat atau apa, yah namanya juga soal waktu, dan jujur aja saya pribadi juga nggak muluk berharap untuk lantas harus bisa nemu temen yang “klik” atas-bawah-luar-dalem atau apa^^a
Meski emang saya jujur aja agak khawatir soal gimana menjalani pembelajaran/kehidupan perkuliahan yang bakal menuntut saya untuk “aktif” dengan skill dan achievement sosial saya yang biasanya selalu biasa-biasa aja itu, mungkin emang harus ada saatnya untuk saya agar bisa belajar atau banyak memasang topeng-topeng yang diperlukan untuk akhirnya bisa menemukan kenyamanan untuk diri sendiri dengan perubahan yang positif...
Yah, semoga saja. Masih ada banyak waktu buat lebih banyak belajar, dan saya harus yakin kalau semua pasti bakal baik karena Allah SWT. nggak akan ninggalin saya untuk tersesat sendirian kalau saya selalu berpegang padaNya dalam setiap apa yang saya jalani dan alami :’)
Masalah temen baru yang PASTI deh awalnya canggung dan blabla, baiknya saya nggak usah terlalu ambil hati. Orang itu beda-beda, orang datang dan pergi, tak kenal maka tak sayang dan lain sebagainya.
Masalah interaksi dan ketertarikan (?) untuk itu di antara satu-sama-lain juga merupakan satu hal yang emang nggak bisa dipaksakan meski tentu saja saya berusaha untuk menganggap semua itikad itu baik.
Kalau saya “membatin” soal gimana rasanya di-“begitu”kan sama orang lain; yaa saya sendiri juga bukan orang yang sempurna ya...
masih kebayang sih dan saya sadar banget kalau kemarin nggak sengaja dan nggak benar-benar maksud itu saya pernah nyalamin temen satu jurusan pakai tangan kiri gara-gara tangan kanannya megang tas tenteng waktu upacara...
terus tadi juga saya ngeluarin bekal (yang meski nggak seberapa untuk bisa dibagi-bagi buat banyak orang gitu) dengan agak terburu-buru dan makan untuk diri sendiri padahal di sebelah ada temen satu kelompok PMB yang harusnya bisa saya tawarin atau apa biar lebih cepet akrab...
iya meski agak sedih sih kalau mengahdapi situasi di mana kayaknya kok adaaa ajaaa orang yang kayaknya nggak terlalu welcome padahal ya udah disenyumin, dibasa-basi... terus ada jugaa yang mungkin emang bawaan daerah asal, waktu kakak tingkat ngingetin biar mastiin tempat PMB bebas sampah terus saya nemu pisang utuh jatuh di bawahnya terus saya tanyain “waah jatuh ini punya siapa yaa” aja terus berasanya kayak saya yang nuduh kalau dia yang buang pisangnya itu, ya ampun apa saya itu emang dari dulu sensinya kayak gini. Dikit, kok, dikiiit bangeet.
Kalau nginget-nginget tadi sih cuma bisa “memutar” lantunan tembang (aduh bahasanya plis deh) Garden Party milik Owl City ketika saya menerawang dalam hati kalau udah ketemu situasi out of place di mana saya harus make a move aja deh daripada lumutan atau harus denger lagi orang bilang ke saya kalau saya juga harus “nyoba usaha dong biar biasa akrab” dan sejenisnya.
Untuk jujur saja dikatakan, memang tidak banyak yang bisa saya katakan, namun saya tidak bisa cukup berterima kasih pada keridhaanNya karena saya bisa mendapatkan universitas dan jurusan lanjutan seusai SMA dengan cukup mulus, dan seperti halnya orang-orang yang memulai sesuatu... ya, saya juga berharap saya bisa melakukan kuliah ini, jadi mahasiswa... dengan baik.
Amiin.
Diterima di Fakultas Psikologi Undip, dan saya memulai hari pertama PMB (Penerimaan/Pengelolaan Mahasiswa Baru) dengan perasaan campur aduk antara saya juga penasaran, deg-degan, dan diam-diam semacam dazzled dalam hati karena resmi sudah ya, saya memulai semacam lembar baru di kehidupan sosial baru dengan banyak pembelajaran baru lagi... sementara bayangan teman-teman dekat yang sangat berkesan di hati yang rasanya “baru saja” saya temukan satu tahun lalu. How life goes on and I better walk along.
Jujur saja tadi adalah hari pertama PMB yang oke oke saja, nggak banyak keluhan/saran yang terpikirkan di pikiran saya yang biasanya memang selalu sewajarnya saja (haha)... semacam perkenalan-perkenalan kehidupan perkuliahan diberikan hari ini; beberapa materi dibawakan oleh Pembantu Dekan (PD) dan/atau dosen yang ternyata menyenangkan isinya dan pembawaannya; membuat saya jadi penasaran juga untuk tahu nantinya kuliah dengan beliau-beliau ini nantinya bakal se-menarik apa.. semoga saja deh.
Menarik banget rasanya menyaksikan sendiri pembawaan Bapak/Ibu yang lucu-lucu celetukannya itu, padahal diam-diam mereka semua ini pakar di bidang masing-masing^^ lega banget rasanya menyaksikan citra dosen yang kadang suka digambarin galak dan kaku bisa nggak terasa tadi (:
Tapi seperti biasa aja sih, untuk soal menjalin kehidupan sosial dengan sekitar itu mungkin emang saya nggak akan menemui hasil instan... entah karena pembawaan atau saya memang belum cakap. Mungkin saja faktor kalau saya jarang ikutan kumpul-kumpulnya mereka juga berpengaruh?...bukannya gimana, secaranya juga saya nggak masuk dalam lingkungan kos dan mobilitas transportasi saya untuk bisa pergi dari satu tempat ke tempat lain juga terikat oleh pihak-pihak yang mengantar saya u,u
Senyum, basa-basi, biasalah ya... Saya tahu sih saya nggak perlu terlalu memikirkan ini dengan berat atau apa, yah namanya juga soal waktu, dan jujur aja saya pribadi juga nggak muluk berharap untuk lantas harus bisa nemu temen yang “klik” atas-bawah-luar-dalem atau apa^^a
Meski emang saya jujur aja agak khawatir soal gimana menjalani pembelajaran/kehidupan perkuliahan yang bakal menuntut saya untuk “aktif” dengan skill dan achievement sosial saya yang biasanya selalu biasa-biasa aja itu, mungkin emang harus ada saatnya untuk saya agar bisa belajar atau banyak memasang topeng-topeng yang diperlukan untuk akhirnya bisa menemukan kenyamanan untuk diri sendiri dengan perubahan yang positif...
Yah, semoga saja. Masih ada banyak waktu buat lebih banyak belajar, dan saya harus yakin kalau semua pasti bakal baik karena Allah SWT. nggak akan ninggalin saya untuk tersesat sendirian kalau saya selalu berpegang padaNya dalam setiap apa yang saya jalani dan alami :’)
Masalah temen baru yang PASTI deh awalnya canggung dan blabla, baiknya saya nggak usah terlalu ambil hati. Orang itu beda-beda, orang datang dan pergi, tak kenal maka tak sayang dan lain sebagainya.
Masalah interaksi dan ketertarikan (?) untuk itu di antara satu-sama-lain juga merupakan satu hal yang emang nggak bisa dipaksakan meski tentu saja saya berusaha untuk menganggap semua itikad itu baik.
Kalau saya “membatin” soal gimana rasanya di-“begitu”kan sama orang lain; yaa saya sendiri juga bukan orang yang sempurna ya...
masih kebayang sih dan saya sadar banget kalau kemarin nggak sengaja dan nggak benar-benar maksud itu saya pernah nyalamin temen satu jurusan pakai tangan kiri gara-gara tangan kanannya megang tas tenteng waktu upacara...
terus tadi juga saya ngeluarin bekal (yang meski nggak seberapa untuk bisa dibagi-bagi buat banyak orang gitu) dengan agak terburu-buru dan makan untuk diri sendiri padahal di sebelah ada temen satu kelompok PMB yang harusnya bisa saya tawarin atau apa biar lebih cepet akrab...
iya meski agak sedih sih kalau mengahdapi situasi di mana kayaknya kok adaaa ajaaa orang yang kayaknya nggak terlalu welcome padahal ya udah disenyumin, dibasa-basi... terus ada jugaa yang mungkin emang bawaan daerah asal, waktu kakak tingkat ngingetin biar mastiin tempat PMB bebas sampah terus saya nemu pisang utuh jatuh di bawahnya terus saya tanyain “waah jatuh ini punya siapa yaa” aja terus berasanya kayak saya yang nuduh kalau dia yang buang pisangnya itu, ya ampun apa saya itu emang dari dulu sensinya kayak gini. Dikit, kok, dikiiit bangeet.
Kalau nginget-nginget tadi sih cuma bisa “memutar” lantunan tembang (aduh bahasanya plis deh) Garden Party milik Owl City ketika saya menerawang dalam hati kalau udah ketemu situasi out of place di mana saya harus make a move aja deh daripada lumutan atau harus denger lagi orang bilang ke saya kalau saya juga harus “nyoba usaha dong biar biasa akrab” dan sejenisnya.
”But it’s alright now, I learn my lesson well.
You see, you can’t please everyone, so you gotta please yourself.”
it's something about
Campus Life,
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
My Activity,
RAMBLING,
Ungkapan Hati
Tuesday, August 14, 2012
...ngabuburit.
Saya menyempatkan diri, dalam beberapa menit yang seharusnya saya habiskan dengan mulai bersiap-siap untuk berangkat untuk pergi buka puas bersama teman-teman sekelas (dan dekat) dulu di kelas supuluh.
To be honest, sekarang kedekatan kami buat saya nggak terlalu seperti itu, tapi bagaimana sekarang pun mereka masih mengajak saya dan lain sebagainya, entahlah saya merasa nggak bisa membiarkan diri untuk absen dari ajakan buka bersama yang satu ini.
Setelah lebaran ini dan di mana mungkin saya akan sangat sulit untuk ketemu langsung dengan teman-teman yang keberadaannya sangat saya hargai, saya merasa... "kapan lagi sih?"
Because, indeed, saya hanya ingin mengumpulkan dan menjaga kenangan-kenangan berharga sebisa saya. Tidak masalah mengenai sekaya apa substansi segala kenangan itu, tapi dengan mereka ini, well, saya ingin sebisa mungkin mengumpulkan dan merangkumnya dengan mereka.
Afterall, bagaimanapun kelihatannya sekarang dan bagaimana nanti suasananya, mungkin dengan banyak topik obrolan yang tak terlalu saya pahami, saya tahu kalau mereka semua juga bagian berharga dari semua kenangan saya di masa SMA yang (katanya) indah.
To be honest, sekarang kedekatan kami buat saya nggak terlalu seperti itu, tapi bagaimana sekarang pun mereka masih mengajak saya dan lain sebagainya, entahlah saya merasa nggak bisa membiarkan diri untuk absen dari ajakan buka bersama yang satu ini.
Setelah lebaran ini dan di mana mungkin saya akan sangat sulit untuk ketemu langsung dengan teman-teman yang keberadaannya sangat saya hargai, saya merasa... "kapan lagi sih?"
Because, indeed, saya hanya ingin mengumpulkan dan menjaga kenangan-kenangan berharga sebisa saya. Tidak masalah mengenai sekaya apa substansi segala kenangan itu, tapi dengan mereka ini, well, saya ingin sebisa mungkin mengumpulkan dan merangkumnya dengan mereka.
Afterall, bagaimanapun kelihatannya sekarang dan bagaimana nanti suasananya, mungkin dengan banyak topik obrolan yang tak terlalu saya pahami, saya tahu kalau mereka semua juga bagian berharga dari semua kenangan saya di masa SMA yang (katanya) indah.
it's something about
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
Ungkapan Hati
Thursday, August 02, 2012
This quotes from Tablo
People believe those fairytales about falling in love at first sight at the bus, subway, or at the streets. But it doesn’t make sense how they’d laugh at the ones who fell in love at first sight through TV screens. Loving a celebrity IS a type of love. Love is fair to everyone.Rasanya... benar banget :__: atau mungkin hanya saya saja yang mencari-cari benarnya.
source: tumblr
Cinta tetap saja cinta dan perasaan sendiri bukan dimaksudkan untuk disangkal. Entah benar atau salah, terimalah dan relakan apa yang kamu tahu kamu rasakan, lebih baik lagi sambil menyerahkan dirimu sepenuhnya sama pencipta dirimu, mungkin setelahnya kamu akan bisa lebih baik, dan lebih ikhlas untuk tidak merasa perlu mengharap apapun sebagai balasannya.
...karena ada yang bilang kalau cinta yang sejati adalah cinta yang nggak mengharapkan balasan; seperti halnya pencipta kita nggak pernah mengharap balasan dari kita atas semua yang dia ciptakan untuk kita, yang dia ciptakan ada pada kita; tapi meski demikian, cinta itu akan kekal dan akan menerangi siapa saja yang bisa melihatnya.
it's something about
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
Tumblr,
Ungkapan Hati
Thursday, July 26, 2012
Fangirling: A (Bitter)sweet Self-Look in Living Life
Orang bijak bilang kalau waktu adalah pedang, yang akan menebas diri sendiri kalau tidak bisa menggunakannya dengan baik. Serius memang, dan mungkin bisa timbul pertanyaan “terus bagaimana kalau saya tidak bisa main pedang?”…hanya saja maksudnya nggak se-harfiah itu, oke, namanya orang bijak biasanya suka pakai perumpamaan ya, jadi dimaklumi saja dulu.
Kenyataannya, kalau disederhanakan untuk diartikan orang-orang yang mencoba dan ingin menjadi bijak seperti saya; selalu saja intinya adalah yang namanya waktu harus dihabiskan dengan hal-hal yang membawa manfaat, karena waktu yang kita habiskan sudah tidak bisa lagi kita miliki, jadi jangan sampai menyesal di akhirnya.
Mungkin begitu maksudnya tentang menggunakan waktu dengan baik kalau nggak ingin menebas diri sendiri. The art of a Time Sword which doesn’t require a swordsman, sok asik bener inggrisnya ya ♥
Obrolan soal waktu bisa sangatlah thoughtful apalagi kalau dikaitkan dengan satu hal yang namanya masa muda. Tantangan besar buat anak muda (…termasuk saya ya berarti) untuk bisa memastikan kalau waktu yang dimiliki sebisa mungkin digunakan untuk hal-hal yang berguna dan nggak akan disesali di masa tua nanti karena masa muda nggak akan kembali.
Orang bilang kalau masa muda itu masa yang berharga dan jangan sampai disia-siakan, bahkan kalau perlu, buatlah kesalahan sebanyak mungkin di masa muda supaya katanya nggak akan dilakukan dan disesali di masa tua. Bukan berarti Anda harus seenaknya di masa muda, oke, sekali lagi nggak se-harfiah itu. Mungkin kali ini yang ngomong tidaklah terlalu bijak, tapi dimaklumi saja dulu.
Bercanda, bercanda… Maksudnya biar tulisan ini jadi nggak terlalu berat gitu lho (...). ♥ Yuk sederhanakan lagi saja kalau mungkin intinya adalah gunakan masa muda untuk suatu trial and error yang akan jadi tabungan buat masa yang akan datang; coba apa saja, lalu gagal, tidak masalah; karena masa muda memungkinkan Anda untuk mencoba lagi, gagal lagi, mencoba lagi, gagal lagi, tapi akhirnya Anda akan banyak belajar dari semua kegagalan itu. Perlu diingat kalau buat saya, orang yang belajar nggak akan pernah rugi dalam hidupnya. Habiskan masa muda tanpa takut dan ragu, karena semua akan jadi terlambat kalau kedua hal itu dipelihara; jangan sampai yang tersisa dan terbawa sampai tua hanya penyesalan.
Berat, ya? Tapi baiknya juga jangan merasa terbebani, deh, yang lebih penting dan sebenarnya menjadi intinya adalah nikmati masa muda yang dimiliki, itu dia. Kenapa nggak dari tadi saya nggak langsung nulis gitu, ya, ahihi; that’s may be my trial and error on writing this!
Satu lagi perkataan yang mungkin bisa sedikit meringankan, ya, bahwa katanya the time you enjoy wasted, are not wasted!, jadi nggak perlu terlalu ngeri kok dan langsung stres nginget-nginget yang udah lalu, pastikan aja Anda nggak menyesalinya detik ini. Inget lho tentang waktu yang nggak akan kembali? (:
Saya di sini bermaksud berbagi saja tentang salah satu cara saya menghabiskan waktu di masa muda saya ini dengan enjoy, dan hal itu barangkali sangatlah familier dengan perspektif remaja putri jaman sekarang. Satu hal yang namanya fangirling.
Buat lebih spesifik, ya, bagi pembaca yang kebetulan suka sama beberapa artis K-Pop pasti udah kira-kira bisa dapet bayangan deh gimana seluk-beluk lika-liku kegiatan (?) satu ini; kebetulan akhir-akhir ini saya lebih banyak menjadikan beberapa idol K-Pop laki-laki (iya karena saya ‘kan perempuan, jadi mohon dimaklumi ya) sebagai objek fangirling saya untuk melarikan diri dari kenyataan yang kadang-kadang tidak seindah impian yang terpupuk saat ber-fangirling.
Silakan ketawa atau ber-‘pffft’ dulu seperti saya yang dalam hati sedang melakukan keduanya dalam hati. Astaga saya ngomong apaan sih ini, tsah lanjut sajalah dulu. Terlanjut basah ya sudah berenang saja biar tetap asik, betul? Pfft. #lho
Tapi serius lho, kalau buat saya, ya, kapan lagi sih selain di masa muda yang namanya meng-ekspresikan kecintaan dengan terbuka dan sedikit tidak-bermartabat karena kehilangan kontrol diri akibat perasaan ingin pingsan bahagia bisa dimaklumi? Mumpung masih muda dan tidak secara resmi terikat hal yang udah rumit (macam pernikahan atau pertunangan gitu ya…) puas-puaskan saja sekali-kali lose your control terhadap sesuatu yang Anda suka; apa dengan menjadi super-excited ketika melihat yang Anda anggap bagus/keren lantas menjadikan Anda abnormal?
Orang suka bilang kalau dalam “cinta” apapun akan terasa lebih indah, dan ekspresi dalam fangirling sepertinya bisa diasosiasikan dengan itu; ketika suatu hal dari sesosok figur yang dikagumi bisa terasa begitu penting dan mengena di hati, menciptakan rasa “bahagia” yang mungkin terasa semu, tapi tetap saja rasanya bahagia dan menyenangkan; bukankah itu yang penting? ...seolah nothing else matters, di atas apapun komentar orang, ataupun betapa kadang hal ini diasosiasikan sebagai sesuatu yang “dangkal”.
Tapi yang namanya perasaan adalah suatu hal yang murni dan patut untuk dihargai, dan buat saya sih, agak nggak etis untuk di-judge begitu saja secara sepihak (:
…asal tahu batasannya aja deh. Itu satu catetannya. Penting banget untuk diperhatikan, sehubungan dengan porsi fangirling dalam hidup saya yang saya anggap sebagai gateway nggak terbatas untuk melepas stres dan tetap menemukan alasan untuk tetap bahagia ceria dan bersemangat dalam dunia yang kadang menunjukkan “kekerasan”nya.
Berikut ini adalah sedikit rupa-rupa “ekspresi fangirling” saya, buat lucu-lucuan aja sih sekaligus untuk menunjukkan side-job saya sebagai ocassion fangirl at her most times #LHO. Hehehe.
Sesedikit apapun dan bagaimanapun caranya juga Anda akan tetap membutuhkan alasan untuk bisa tetap menikmati hidup, terutama di masa muda yang cuma datang sekali. Ada banyak cara untuk itu, dan salah satu cara saya yaitu lewat fangirling ini, sekali lagi. Kasih “Heart” dulu. ♥ Galau, stres, kepikiran soal ulangan di sekolah yang rasanya fail sekali, atau diam-diam patah hati aja karena cowok-yang-diam-diam-dikagumi-dari-jauh ternyata sudah ada yang punya… segala macam kenyataan yang rasanya lagi nggak bersahabat, cobalah ambil jeda untuk mengalihkan diri dalam kebahagiaan sementara yang bisa didapat dari melihat senyum ganteng dan kelucuan sang idola lewat fotonya atau video yang menampilkannya.
Buat yang lagi (masih aja) kepikiran tentang gimana nasib tes yang sudah berlalu, mari coba ikuti cara saya menganggap kalau cerahnya senyum oppa (panggilan yang dipakai perempuan untuk menyebut laki-laki yang lebih tua dalam bahasa Korea-red.) sebagai penyemangat kalau masih ada kesempatan untuk belajar dan berusaha lagi dalam tes yang selanjutnya!
Buat yang lagi agak-agak patah hati ya karena mungkin habis diputusin atau cinta bertepuk sebelah tangan (tagar aseeek dulu boleh), mari coba ikuti cara saya untuk menganggap kalau keberadaan oppa ganteng meski dalam file .jpg/.png atau .mp4/.flv yang selalu menghangatkan hati bisa mengingatkan kalau masih ada hari esok yang akan datang dengan matahari yang akan selalu terbit lagi buat kita! Tetap semangat karena kebanyakan bersedih atau berpesimis itu nggak baik kan? (:
Haha ada-ada aja ini tulisannya, tapi sekali lagi penulisnya udah terlanjut berenang dalam kolam keterlanjuran, jadi maklumi saja ya.
Pinter-pinter saja deh untuk mencoba ambil positifnya dari fangirling ini, terutama bagi pembaca perempuan; iya dong namanya juga fan-GIRL-ing, ini kegiatan yang mungkin secara langsung nggak sebanding dengan kegiatan lain yang mungkin lebih produktif, tapi kalau orang-orang seperti saya menikmati menghabiskan sebagian waktu dengan hal ini, mengapa saya harus repot mencari dalih hal lain untuk dilakukan? Kalau Anda juga, ya nggak perlulah menjadi terlalu malu mengakuinya.
Yang memalukan itu sih kalau kadar pengekspresian kekagumannya berlebihan… sebaiknya dihindari deh kalau dilihat banyak orang yang nggak terlalu mengerti atau nggak berbagi minat kesukaan yang sama. Selain juga nggak “pantas” untuk citra perempuan yang harusnya lembut dan anggun (…), perlu diingat ya kalau terlalu berlebihan juga ujung-ujungnya “capek” sendiri karena ini kan pengeskpresian yang ditujukan satu arah, oppa ganteng mana tahu kita ada di sini bertasbih karena anugrah ketampanannya =))
Bukannya nggak boleh kalau rasanya sewaktu lagi fangirling ngeliatin foto-foto/video via browsing kita jadi pengen pingsan/mati-bahagia-lalu-hidup-lagi, atau guling-guling di lantai kamar dilumuri air-mata-pelangi kekaguman kita (berdasar apa yang saya rasakan sendiri kok ini, hehehe); asal harus tetep pada akhirnya ingat kalau itu semua terpisah dari kenyataan yang ada! Tetep, girls, kembali ke kenyataan kalau “kebahagiaan” kita melihat pesona oppa ganteng bisa dibilang semu dan bukan untuk dibawa serius sampai ke dunia nyata, cukupnya jadi sugesti diri dan motivasi kalau in those rough times, sebenarnya nggak semua hal terasa buruk buat kita. Itu kalau buat saya (:
Kehidupan kita emang nggak bisa cukup dimaknai dalam satu-dua kata, kok; lebih-lebih kalau mau “memaknai” masa muda, warna-warni dan selalu pada akhirnya sulit diungkapin dalam kata-kata, nggak usah dijadikan beban mikirinnya, menurut saya^^ Masa muda adalah waktu untuk diperjuangkan dan jangan sampai disesali, tapi semoga saja dengan membaca apa yang saya coba bagi di sini bisa memberi sedikit gambaran tentang elemen penting kehidupan anak muda yang manis dan ceria untuk dikenang nantinya (:
Kesukaan saya untuk suka menghabiskan sebagian waktu senggang dengan melakukan fangirling ternyata sedikit banyak menjelaskan bagaimana kurang-lebih dan sedikit-banyaknya diri saya ini, yang sedang dalam masa muda saya.
Masa muda saya mungkin banyak dihabiskan dengan mencintai atau mengagumi, dan saya bisa tersenyum atau “menangis” sekaligus ketika saya sadar bahwa ada kenyataan yang masih harus dilogika dan diterima dengan hati lapang. Saya pun banyak menertawakan kebodohan-kebodohan yang saya buat tapi sekaligus menikmati hal-hal yang bodoh, saya menikmati saat-saat “lepas kendali” dan tidak rasional… saya menerima saat-saat seperti itu sebagai hal yang bisa sekali-kali dilakukan untuk mengisi masa muda saya dengan kekayaan “rasa”.
Dan saya pun menyambut lebar saat-saat untuk memejamkan mata dan memimpikan dunia seperti yang saya inginkan sekali-kali, untuk kemudian membuka mata lagi dan berkata pada diri saya kalau saya masih bisa memerjuangkan dunia yang saya inginkan; bahwa tak akan ada keajaiban yang terjadi kalau saya terus memejamkan mata dan tidak mencoba melakukan sesuatu.
Seperti itulah kira-kira, ketika layar laptop yang sedari tadi dibuka untuk fangirling memanjakan saya dalam kelembutan merah-jambu yang saya impikan, tapi akhirnya kembali ditutup dengan menyisakan semburat merah ceria dan tegas yang menunjukkan pada saya apa yang telah jelas untuk diterima dan diperjuangkan. Bahwa saya setidaknya masih belum terlambat.
…serta banyak sekali alasan yang ditemukan hati kecil saya untuk tetap melihat cerahnya dunia yang benar-benar saya miliki. Akhirnya tetap saja semua pengelanaan rasa dan imajinasi selalu kembali ke diri saya sendiri untuk memutuskan; because it’s me, for all those feelings and journeys inside my mind, for all the struggles to find my own self, which I am happiest to be.
Dan sudah seharusnya saya memerjuangkan masa muda saya sendiri, meski suka diisi dengan hal-hal seperti fangirling untuk membantu saya “merenung” sekaligus menemukan penghabisan waktu yang tidak saya sesali. ♥
Kenyataannya, kalau disederhanakan untuk diartikan orang-orang yang mencoba dan ingin menjadi bijak seperti saya; selalu saja intinya adalah yang namanya waktu harus dihabiskan dengan hal-hal yang membawa manfaat, karena waktu yang kita habiskan sudah tidak bisa lagi kita miliki, jadi jangan sampai menyesal di akhirnya.
Mungkin begitu maksudnya tentang menggunakan waktu dengan baik kalau nggak ingin menebas diri sendiri. The art of a Time Sword which doesn’t require a swordsman, sok asik bener inggrisnya ya ♥
Obrolan soal waktu bisa sangatlah thoughtful apalagi kalau dikaitkan dengan satu hal yang namanya masa muda. Tantangan besar buat anak muda (…termasuk saya ya berarti) untuk bisa memastikan kalau waktu yang dimiliki sebisa mungkin digunakan untuk hal-hal yang berguna dan nggak akan disesali di masa tua nanti karena masa muda nggak akan kembali.
Orang bilang kalau masa muda itu masa yang berharga dan jangan sampai disia-siakan, bahkan kalau perlu, buatlah kesalahan sebanyak mungkin di masa muda supaya katanya nggak akan dilakukan dan disesali di masa tua. Bukan berarti Anda harus seenaknya di masa muda, oke, sekali lagi nggak se-harfiah itu. Mungkin kali ini yang ngomong tidaklah terlalu bijak, tapi dimaklumi saja dulu.
Bercanda, bercanda… Maksudnya biar tulisan ini jadi nggak terlalu berat gitu lho (...). ♥ Yuk sederhanakan lagi saja kalau mungkin intinya adalah gunakan masa muda untuk suatu trial and error yang akan jadi tabungan buat masa yang akan datang; coba apa saja, lalu gagal, tidak masalah; karena masa muda memungkinkan Anda untuk mencoba lagi, gagal lagi, mencoba lagi, gagal lagi, tapi akhirnya Anda akan banyak belajar dari semua kegagalan itu. Perlu diingat kalau buat saya, orang yang belajar nggak akan pernah rugi dalam hidupnya. Habiskan masa muda tanpa takut dan ragu, karena semua akan jadi terlambat kalau kedua hal itu dipelihara; jangan sampai yang tersisa dan terbawa sampai tua hanya penyesalan.
Berat, ya? Tapi baiknya juga jangan merasa terbebani, deh, yang lebih penting dan sebenarnya menjadi intinya adalah nikmati masa muda yang dimiliki, itu dia. Kenapa nggak dari tadi saya nggak langsung nulis gitu, ya, ahihi; that’s may be my trial and error on writing this!
Satu lagi perkataan yang mungkin bisa sedikit meringankan, ya, bahwa katanya the time you enjoy wasted, are not wasted!, jadi nggak perlu terlalu ngeri kok dan langsung stres nginget-nginget yang udah lalu, pastikan aja Anda nggak menyesalinya detik ini. Inget lho tentang waktu yang nggak akan kembali? (:
Saya di sini bermaksud berbagi saja tentang salah satu cara saya menghabiskan waktu di masa muda saya ini dengan enjoy, dan hal itu barangkali sangatlah familier dengan perspektif remaja putri jaman sekarang. Satu hal yang namanya fangirling.
fangirling
v the reaction a fangirl has to any mention or sighting of the object of her “affection”.
(via urbandictionary.com)
Buat lebih spesifik, ya, bagi pembaca yang kebetulan suka sama beberapa artis K-Pop pasti udah kira-kira bisa dapet bayangan deh gimana seluk-beluk lika-liku kegiatan (?) satu ini; kebetulan akhir-akhir ini saya lebih banyak menjadikan beberapa idol K-Pop laki-laki (iya karena saya ‘kan perempuan, jadi mohon dimaklumi ya) sebagai objek fangirling saya untuk melarikan diri dari kenyataan yang kadang-kadang tidak seindah impian yang terpupuk saat ber-fangirling.
Silakan ketawa atau ber-‘pffft’ dulu seperti saya yang dalam hati sedang melakukan keduanya dalam hati. Astaga saya ngomong apaan sih ini, tsah lanjut sajalah dulu. Terlanjut basah ya sudah berenang saja biar tetap asik, betul? Pfft. #lho
Tapi serius lho, kalau buat saya, ya, kapan lagi sih selain di masa muda yang namanya meng-ekspresikan kecintaan dengan terbuka dan sedikit tidak-bermartabat karena kehilangan kontrol diri akibat perasaan ingin pingsan bahagia bisa dimaklumi? Mumpung masih muda dan tidak secara resmi terikat hal yang udah rumit (macam pernikahan atau pertunangan gitu ya…) puas-puaskan saja sekali-kali lose your control terhadap sesuatu yang Anda suka; apa dengan menjadi super-excited ketika melihat yang Anda anggap bagus/keren lantas menjadikan Anda abnormal?
Orang suka bilang kalau dalam “cinta” apapun akan terasa lebih indah, dan ekspresi dalam fangirling sepertinya bisa diasosiasikan dengan itu; ketika suatu hal dari sesosok figur yang dikagumi bisa terasa begitu penting dan mengena di hati, menciptakan rasa “bahagia” yang mungkin terasa semu, tapi tetap saja rasanya bahagia dan menyenangkan; bukankah itu yang penting? ...seolah nothing else matters, di atas apapun komentar orang, ataupun betapa kadang hal ini diasosiasikan sebagai sesuatu yang “dangkal”.
Tapi yang namanya perasaan adalah suatu hal yang murni dan patut untuk dihargai, dan buat saya sih, agak nggak etis untuk di-judge begitu saja secara sepihak (:
…asal tahu batasannya aja deh. Itu satu catetannya. Penting banget untuk diperhatikan, sehubungan dengan porsi fangirling dalam hidup saya yang saya anggap sebagai gateway nggak terbatas untuk melepas stres dan tetap menemukan alasan untuk tetap bahagia ceria dan bersemangat dalam dunia yang kadang menunjukkan “kekerasan”nya.
Berikut ini adalah sedikit rupa-rupa “ekspresi fangirling” saya, buat lucu-lucuan aja sih sekaligus untuk menunjukkan side-job saya sebagai ocassion fangirl at her most times #LHO. Hehehe.
...Anda tidak sendirian.
Buat yang lagi (masih aja) kepikiran tentang gimana nasib tes yang sudah berlalu, mari coba ikuti cara saya menganggap kalau cerahnya senyum oppa (panggilan yang dipakai perempuan untuk menyebut laki-laki yang lebih tua dalam bahasa Korea-red.) sebagai penyemangat kalau masih ada kesempatan untuk belajar dan berusaha lagi dalam tes yang selanjutnya!
Buat yang lagi agak-agak patah hati ya karena mungkin habis diputusin atau cinta bertepuk sebelah tangan (tagar aseeek dulu boleh), mari coba ikuti cara saya untuk menganggap kalau keberadaan oppa ganteng meski dalam file .jpg/.png atau .mp4/.flv yang selalu menghangatkan hati bisa mengingatkan kalau masih ada hari esok yang akan datang dengan matahari yang akan selalu terbit lagi buat kita! Tetap semangat karena kebanyakan bersedih atau berpesimis itu nggak baik kan? (:
Haha ada-ada aja ini tulisannya, tapi sekali lagi penulisnya udah terlanjut berenang dalam kolam keterlanjuran, jadi maklumi saja ya.
Pinter-pinter saja deh untuk mencoba ambil positifnya dari fangirling ini, terutama bagi pembaca perempuan; iya dong namanya juga fan-GIRL-ing, ini kegiatan yang mungkin secara langsung nggak sebanding dengan kegiatan lain yang mungkin lebih produktif, tapi kalau orang-orang seperti saya menikmati menghabiskan sebagian waktu dengan hal ini, mengapa saya harus repot mencari dalih hal lain untuk dilakukan? Kalau Anda juga, ya nggak perlulah menjadi terlalu malu mengakuinya.
Yang memalukan itu sih kalau kadar pengekspresian kekagumannya berlebihan… sebaiknya dihindari deh kalau dilihat banyak orang yang nggak terlalu mengerti atau nggak berbagi minat kesukaan yang sama. Selain juga nggak “pantas” untuk citra perempuan yang harusnya lembut dan anggun (…), perlu diingat ya kalau terlalu berlebihan juga ujung-ujungnya “capek” sendiri karena ini kan pengeskpresian yang ditujukan satu arah, oppa ganteng mana tahu kita ada di sini bertasbih karena anugrah ketampanannya =))
Bukannya nggak boleh kalau rasanya sewaktu lagi fangirling ngeliatin foto-foto/video via browsing kita jadi pengen pingsan/mati-bahagia-lalu-hidup-lagi, atau guling-guling di lantai kamar dilumuri air-mata-pelangi kekaguman kita (berdasar apa yang saya rasakan sendiri kok ini, hehehe); asal harus tetep pada akhirnya ingat kalau itu semua terpisah dari kenyataan yang ada! Tetep, girls, kembali ke kenyataan kalau “kebahagiaan” kita melihat pesona oppa ganteng bisa dibilang semu dan bukan untuk dibawa serius sampai ke dunia nyata, cukupnya jadi sugesti diri dan motivasi kalau in those rough times, sebenarnya nggak semua hal terasa buruk buat kita. Itu kalau buat saya (:
Kehidupan kita emang nggak bisa cukup dimaknai dalam satu-dua kata, kok; lebih-lebih kalau mau “memaknai” masa muda, warna-warni dan selalu pada akhirnya sulit diungkapin dalam kata-kata, nggak usah dijadikan beban mikirinnya, menurut saya^^ Masa muda adalah waktu untuk diperjuangkan dan jangan sampai disesali, tapi semoga saja dengan membaca apa yang saya coba bagi di sini bisa memberi sedikit gambaran tentang elemen penting kehidupan anak muda yang manis dan ceria untuk dikenang nantinya (:
Kesukaan saya untuk suka menghabiskan sebagian waktu senggang dengan melakukan fangirling ternyata sedikit banyak menjelaskan bagaimana kurang-lebih dan sedikit-banyaknya diri saya ini, yang sedang dalam masa muda saya.
Masa muda saya mungkin banyak dihabiskan dengan mencintai atau mengagumi, dan saya bisa tersenyum atau “menangis” sekaligus ketika saya sadar bahwa ada kenyataan yang masih harus dilogika dan diterima dengan hati lapang. Saya pun banyak menertawakan kebodohan-kebodohan yang saya buat tapi sekaligus menikmati hal-hal yang bodoh, saya menikmati saat-saat “lepas kendali” dan tidak rasional… saya menerima saat-saat seperti itu sebagai hal yang bisa sekali-kali dilakukan untuk mengisi masa muda saya dengan kekayaan “rasa”.
Dan saya pun menyambut lebar saat-saat untuk memejamkan mata dan memimpikan dunia seperti yang saya inginkan sekali-kali, untuk kemudian membuka mata lagi dan berkata pada diri saya kalau saya masih bisa memerjuangkan dunia yang saya inginkan; bahwa tak akan ada keajaiban yang terjadi kalau saya terus memejamkan mata dan tidak mencoba melakukan sesuatu.
Seperti itulah kira-kira, ketika layar laptop yang sedari tadi dibuka untuk fangirling memanjakan saya dalam kelembutan merah-jambu yang saya impikan, tapi akhirnya kembali ditutup dengan menyisakan semburat merah ceria dan tegas yang menunjukkan pada saya apa yang telah jelas untuk diterima dan diperjuangkan. Bahwa saya setidaknya masih belum terlambat.
…serta banyak sekali alasan yang ditemukan hati kecil saya untuk tetap melihat cerahnya dunia yang benar-benar saya miliki. Akhirnya tetap saja semua pengelanaan rasa dan imajinasi selalu kembali ke diri saya sendiri untuk memutuskan; because it’s me, for all those feelings and journeys inside my mind, for all the struggles to find my own self, which I am happiest to be.
Dan sudah seharusnya saya memerjuangkan masa muda saya sendiri, meski suka diisi dengan hal-hal seperti fangirling untuk membantu saya “merenung” sekaligus menemukan penghabisan waktu yang tidak saya sesali. ♥
it's something about
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
Ungkapan Hati
Thursday, February 09, 2012
Jamak.
Sosok itu menambah jamak, karena sosok itu bukan yang pertama.
Sosok itu adalah jamak dari sekumpulan mereka yang sempat diberinya pandangan sembunyi-sembunyi dan pujian-pujian dalam hati, yang sering juga ia masukkan dalam angan-angan siang bolongnya meskipun hanya sekedar senyuman ataupun sapa.
Dia tidak menyangkal, tapi dia hanya tahu bahwa nanti ada saatnya, seperti jamak di mana ia berada dalam angannya, dia akan harus melupakannya; dalam hela nafas mengerti, tidak dengan apapun yang terasa berlebihan seperti hati yang patah atau merana.
...karena dia sadar bahwa diam tidak akan membawanya ke mana-mana, selain dari mana tempatnya sendirian menyimpan angan.
Sosok itu adalah jamak dari sekumpulan mereka yang sempat diberinya pandangan sembunyi-sembunyi dan pujian-pujian dalam hati, yang sering juga ia masukkan dalam angan-angan siang bolongnya meskipun hanya sekedar senyuman ataupun sapa.
Dia tidak menyangkal, tapi dia hanya tahu bahwa nanti ada saatnya, seperti jamak di mana ia berada dalam angannya, dia akan harus melupakannya; dalam hela nafas mengerti, tidak dengan apapun yang terasa berlebihan seperti hati yang patah atau merana.
...karena dia sadar bahwa diam tidak akan membawanya ke mana-mana, selain dari mana tempatnya sendirian menyimpan angan.
it's something about
Contemplations,
RAMBLING,
Ungkapan Hati
Friday, December 16, 2011
It deserve a new beginning...
Pagi ini saya baru saja terima rapor : | b
Alhamdulillah tidak kebakaran, dan Ayah saya agaknya gak merasa kecewa sama nilai-nilai saya di situ, bahkan dengan fakta kalau saya urutan ke-20 dari 34 anak di kelas saya : | b
Sejak dulu saya emang gak terlalu perduli sih soal masalah peringkat/rangking dan kawan-kawan -_____- saya lebih konsen ke hasil seperti apa yang saya dapet dibandingkan dengan urusan setinggi apa yang bisa saya raih dibanding yang lain : | b
Hahaha maaf karena tiga paragraf awal posting ini diakhiri dengan emot serupa =)) yah intinya saya sudah merasa cukup puas dan bersyukur dengan nilai-nilai semester kelima saya di SMA 3 Semarang, bahkan lumayan tercengang (?) karena tumben Fisika nggak mepet-mepet sangat (yang biasanya 75 persis KKmnya atau 76 atau 77 deh) tapi kali ini saya dikasih 79 hehe. Nggak jauh beda ya? Ah, tapi saya seneng kok. Terus juga senang karena Biologi, Matematika, dan Kimia saya tidak semengenaskan yang saya bayangkan setiap kali ada hasil ulangan yang dibagikan =)) Alhamdulillah mapel-mapel identitas jurusan saya bisa cukup baik, dan begitupun dengan pelajaran yang lainnya... bahkan Agama yang waktu UHT dan UAS nilainya mengenaskan =))
Kata Ayah sih saya bisa ambil Jalur Undangan, yah saya juga bersyukur dengan itu, meskipun masih ketar-ketir juga apa yang nanti bakal saya mantapkan buat jurusan kuliah saya kelak >< saya sebenarnya tertarik memelajari Teknik Lingkungan, tapi somewhat kayaknya Ibu mengekspektasikan saya ambil jurusan Hukum O,O meskipun saya sebenarnya juga tertarik melajarin Hukum sih, tapi entah kenapa saya lebih prefer melajari yang Teknik Lingkungan dulu >< aih doakan saya semoga saya bisa memilih dengan baik^^a.
it's something about
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
School
Friday, December 09, 2011
Korea dan Logika... (?) :|
Kita butuh... semacam pembukaan nggak untuk semua ini? Sebenarnya saya nggak ada kepikiran semacam pembukaan yang bagus atau gimana ya, hanya sekedar ingin posting mumpung alhamdulillah UAS sudah kelar dengan mengenaskan dan ya, ya, agaknya suasana sekarang cocoklah untuk melakukan hal-hal ringan (?) seperti ini.
Nggak deh, saya di sini sekarang ini nggak bermaksud mereka ulang (?) UAS saya kemarin, ya, pokoknya sudah selesai dan tinggal pasrah aja...
...sambil ngambil kesempatan pacaran sama PC dengan lebih leluasa =))
WOGH! Nggak disangka ternyata kita sudah tersandung pada topik utama (?) yang sebenarnya mau saya omongin... Well, ya, akhir-akhir ini saya sukses ikutan excited sama K-Pop-thingy dan telah cukup lama tenggelam dalam keindahan fana fangirlingan mengenai subyek tersebut =)) #dilemparEYD
Sepertinya saya pernah mengungkit di siniwalau tidak jelas dan sangat gaje, eh sama aja ding bahwa sekarang saya lagi senang sekali sama

source from somewhere in tumblr
...sekalian ditulis kapital semua, sekalian dikasih fotonya biar dunia tahu... #plakplak yya, SAYA SENENG BANGET SAMA BOY GROUP INI SAUDARA-SAUDARI SEKALIAN. Ini sebenarnya kenyataan yang cukup mengguncangkan riwayat kekaguman saya selama ini, karena tiba-tiba (?) saya kok demen dengan sesuatu berbau KOREA padahal biasanya, seumur-umur, sejak awal-awal K-Pop mulai booming saya selalu punya kenetralan yang luar biasa terhadap segala K-thingy... bahkan dalam taraf nggak peduli-peduli amat karena bingung sama para pemainnya (?) yang rata-rata semuanya (di mata saya waktu itu... dan kayaknya mungkin emang gitu) menjual tampang, lagu dan dance.
Nggak deh, saya di sini sekarang ini nggak bermaksud mereka ulang (?) UAS saya kemarin, ya, pokoknya sudah selesai dan tinggal pasrah aja...
...sambil ngambil kesempatan pacaran sama PC dengan lebih leluasa =))
WOGH! Nggak disangka ternyata kita sudah tersandung pada topik utama (?) yang sebenarnya mau saya omongin... Well, ya, akhir-akhir ini saya sukses ikutan excited sama K-Pop-thingy dan telah cukup lama tenggelam dalam keindahan fana fangirlingan mengenai subyek tersebut =)) #dilemparEYD
Sepertinya saya pernah mengungkit di sini
boy group asal Korea bernama BOY FRIEND
...sekalian ditulis kapital semua, sekalian dikasih fotonya biar dunia tahu... #plakplak yya, SAYA SENENG BANGET SAMA BOY GROUP INI SAUDARA-SAUDARI SEKALIAN. Ini sebenarnya kenyataan yang cukup mengguncangkan riwayat kekaguman saya selama ini, karena tiba-tiba (?) saya kok demen dengan sesuatu berbau KOREA padahal biasanya, seumur-umur, sejak awal-awal K-Pop mulai booming saya selalu punya kenetralan yang luar biasa terhadap segala K-thingy... bahkan dalam taraf nggak peduli-peduli amat karena bingung sama para pemainnya (?) yang rata-rata semuanya (di mata saya waktu itu... dan kayaknya mungkin emang gitu) menjual tampang, lagu dan dance.
it's something about
Boyfriend,
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
Dong Hyun-oppa =)),
Favorited Things,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
School,
Tumblr,
Ungkapan Hati
Wednesday, November 23, 2011
...far too many emotions that in my soul.
images from Favim.com
I remember Letto's Ephemera when I'm starting to write this.
It feels like I'm in the middle of something undescribeable, created from my feelings and emotions. Isn't it funny how could we CAN'T understand our OWNs? I oftenly think about that, and can never be sure about that, of course.
These times are neraly silents me down, sometimes I feel that I'm controlled by the situation when I have things to get done, things to get responsibled (?), or things to be prepared.
But what that concerns me the most are the things that I must prepare.
It's kind of scary, how the time slowly drift near to the End of Semester Test, and I'm just worried about my 'condition' in having to face it soon. There are lost of to learn and I'm aware that I'm not really strong to come up the questions, I'm just scared, really.
Because, even the material which I think could count on, when it's being tested are come out with bad score, and it just turns me down so low that sometimes I thought, am I that stupid? Yeah maybe it's not that awful but it really disappointing,
even I'm get disappointed because of myself!I think it's because I don't really study intensely, but it's really hard to try be intense in study. There are many distractions, and that also scares me. I don't know how much time I have now to fix those things. Because, after almost seven hours of school-studying-hour I need refreshner when I get home, I can't contain it to push myself in studying rapidly, or maybe it just my time management?
I know that it doesn't mean that I have to push it too much, but well it's just confusing, too scary.
Lord, I don't know which way I'm going, which way the river gonna flowThe One Allah, help me to face this unesy stream, for I always believe in Your grace. Forgive me for being such a reckless.
It just seems that upstream, I keep rowing
Still God, it's a long way to go.
...and that light, it's Your eyes.Please give me strength to face what I have to do, please give me ease to learn from all this sadness which basically created from my own mistakes.
I know, I swear, I'll find somewhere the streets are paved with gold.
...bullets fly, split the sky
but that's allright, sometimes sunrays come streaming through the holes. (U.F.O. - Coldplay)
Rabbana aatina fiddunnya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqinaa azaa bannar... Amin.
it's something about
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
School,
Ungkapan Hati
Tuesday, November 15, 2011
I'm your boyfriend... yeah, right :| =))
Awalnya biasa saja, seriously.
Semacam rasa solideritas antara teman sebangku, dan niat menghargai minat dan kesukaan orang lain, yang mana dalam hal ini adalah teman sebangku saya, simply. Lalu juga saya kira nggak mungkin banget lah saya terlalu menutup diri, dan rasanya toh nggak akan salah untuk terbuka sama hal-hal baru, kalau menurut orang lain bagus ya barangkali menurut saya juga begitu.

...dan ini leadernya, Kim Dong Hyun.

source here
and I'm officially said that I am currently in love with them =))
gara-gara saya agaknya ketularan sama temen sebangku =))
*sigh* dan soal judulnya yang mungkin berasa sarkas, ya, karena bukan gimana-gimana, nggak mungkin juga sih mereka jadi boyfriend saya gitu lho =)) ya kecuali kalau dalam mimpi sih iya, dan kecuali juga kalau konteks 'boyfriend'nya adalah teman laki-laki, dan maksudnya teman ya teman aja :| =))
...terus juga, ya, menurut twit #BBFacts nya akun fans Boyfriend di Indonesia, katanya Dong Hyun itu sukanya sama cewek yang aktif dan ceria karena dia bukan orang yang bisa mengekspresikan perasaan, dan saya bukan cewek kayak gitu =))
.
.
.
.
wait, apa banget ya, kok berasa galau terselubung sekali post saya ini. Yah, lupakan, namanya juga kagum, ya, mungkin nanti juga akan tiba saatnya kekagumans aya ini ada dalam batas yang normal-normal saja, tolong.
Oke, oke, udah saya sekiankan saja sebelum lebih menjijikkan lagi ya, ppyong! :D we'll meet again someday, not sure when is it exactly, but truely will =))
...and for those who doesn't know (like me in a few days ago, ppyong means smooches :*) xoxo
Semacam rasa solideritas antara teman sebangku, dan niat menghargai minat dan kesukaan orang lain, yang mana dalam hal ini adalah teman sebangku saya, simply. Lalu juga saya kira nggak mungkin banget lah saya terlalu menutup diri, dan rasanya toh nggak akan salah untuk terbuka sama hal-hal baru, kalau menurut orang lain bagus ya barangkali menurut saya juga begitu.
Ini ada boyband korea namanya Boyfriend.
...dan ini leadernya, Kim Dong Hyun.
source here
and I'm officially said that I am currently in love with them =))
gara-gara saya agaknya ketularan sama temen sebangku =))
*sigh* dan soal judulnya yang mungkin berasa sarkas, ya, karena bukan gimana-gimana, nggak mungkin juga sih mereka jadi boyfriend saya gitu lho =)) ya kecuali kalau dalam mimpi sih iya, dan kecuali juga kalau konteks 'boyfriend'nya adalah teman laki-laki, dan maksudnya teman ya teman aja :| =))
...terus juga, ya, menurut twit #BBFacts nya akun fans Boyfriend di Indonesia, katanya Dong Hyun itu sukanya sama cewek yang aktif dan ceria karena dia bukan orang yang bisa mengekspresikan perasaan, dan saya bukan cewek kayak gitu =))
.
.
.
.
wait, apa banget ya, kok berasa galau terselubung sekali post saya ini. Yah, lupakan, namanya juga kagum, ya, mungkin nanti juga akan tiba saatnya kekagumans aya ini ada dalam batas yang normal-normal saja, tolong.
Oke, oke, udah saya sekiankan saja sebelum lebih menjijikkan lagi ya, ppyong! :D we'll meet again someday, not sure when is it exactly, but truely will =))
...and for those who doesn't know (like me in a few days ago, ppyong means smooches :*) xoxo
it's something about
Boyfriend,
Contemplations,
Curhat,
Dong Hyun-oppa =)),
Favorited Things,
RAMBLING,
Tumblr,
Ungkapan Hati
Tuesday, October 04, 2011
sangtuari
kubingkai pedih dan pahit yang terserak
ironisnya nampak rapi dalam repetisi
dulu sekali, lalu sekali lagi
kali ini pun lagi
mereka menjelma dalam sangtuari
tersimpan di balik kaca bening
kuakui biar aku bisa melihat mereka lagi
sementara aku juga
memandangimu
...pada bayangan yang melintas di genangan
meskipun aku tahu
kau sebentar lagi akan ikut tersimpan
lihat lemari di dalam sana
penuh, karena
itulah sangtuari
seperti kau adalah mereka
menjelma dalam sangtuari
Semarang, 04/10/2011
22:25
...
Tentang mereka, lalu kamu yang seperti mereka, adalah sesuatu yang tak tersentuh, akhirnya sembunyi di dalam ruang yang sama, yang sudah penuh sesak. Saya hanya tidak mengerti mengapa saya 'betah' menghimpunnya, padahal akhirnya biasanya sama.
Hanya akan jadi sesuatu yang tersembunyi, sesak di dalam hati. Bodohnya, sangtuari di dalam sana banyak menyimpan hal yang terasa sama saja, tentang kamu yang akhirnya menjadi mereka di dalam sana.
it's something about
Contemplations,
Curhat,
I make...,
Introspeksi,
Ungkapan Hati
Wednesday, August 03, 2011
Being Sticked
New classmates are really usual thing for me.
Don't get it wrong, anyway, but, hey the fact is... well life goes on and although you really enjoy your class, you have to move up to your next upper-class, right? Oftenly not with the mates you have now, they will be changed with new friends and persons.
The usual thing happens are most people gets sad when the new teaching year begin because it means that they're supposed to be learned with new classmates... those who are enjoy their classmates in their previous grade would feel un-easy to accept the fact that they MUST share classes with someone(s) new.
Usually (again) that feeling-session was started with a very warm (?) separation (?) party (?) ----> heck please I'm Indonesian who was trying to get International (?)... in the holiday before. Like my XI class, on the last-year holiday, my XI grade class; XI IPA 8: MESIU (Monster Euphoria Sewelas IA Wolu. Translated: Eleven Science Eight Euphoric Monsters) went to Jogja for two days one night and we were... well, share the last warm class-moment and so on.
Oh, about the separation event (?) I attended, well, I would say that it was not bad and I was really enjoying it. We firstly went to the Baron Beach, then Kukup Beach... and subhanallah I really think that Kukup Beach are so nice with it's unique coral surface you can see and feel (?) in the edge of the beach, moreover the beach was not really crowded, so I think I enjoyed it much! LOL. Here's some photos taken there by my friend Dita :D, I only post the photos when we're in the beach, of course not all of it, tee-hee.







See the coral?^^
Another visit on my separation party, well, not really new places; sort of Malioboro and merchandise shop. Skip that but I think it was my very different Jogja trip, as I'm doing that with my friends. (yeah I am oftenly go there, Jogja; with my family because my aunt lives there...).
Back to what I've been blabbed (?) from the beginning. well, new classmates. After a nice-warm-I-don't-want-this-to-end separation event, of course life and school continue. When new school-year comes, the new classes announced, not everyone happy with their new class. It’s like OMG why I was in the same class with that bloody-smart, or with that cheesy, boring one lalala. LOL, don’t try to judge me because well, you know that it’s not absolutely wrong as I AM a high-school students. Zip it! LOL.
My question about that, well, why do they make it so serious? We’re all supposed to be friends, no choosing friends because it is really so-last-centruy (note it, not so-last-year anymore, rite? LOL), and hey don’t get it too cinetronic (?), we’re still in the same school! We can still have that warm hellos, nice hang-out moment, although we’re not in the same class with who we’re used to be. And who knows that we might get a very nice new friends in our new class? Get real, keep move on, sun still shines upon you.
Skip for that motivating session *LOL, well, there’s also good news for the ones who could luckily being in the same class with their closest friend(s) in their previous class. Woo-hoo Alhamdulillah! Can life be any more beautiful? *LOL
With that case, well, I could only say congratulations with a very nice straightface. LOL.
About that case, too, anyway, I think I have some emotional-pourings about it.
In my current class, there’re also friends which is previously ALSO in the same class. Aren’t they just lucky?
But one thing I noted that, they’re already felt comfortable with the others, so that oftenly when I see them, although they ARE nice and kind, and a very enjoyable (?) friends, I can’t bare the fact that they’re already have their clicks to each other; which made them oftenly felt enough to be just being around with each other. They have that clicks that they can keep.
They’re already close to each other before, so, maybe, why they should ‘explore’?
It’s not that I’m saying, they’re not blend with others, oh, of course they blend VERY nicely… but well, maybe it just me, could you believe… #throwned #getting-out-of-topic-by-singing-randomly
Well, for me, for what I see, however they ALREADY being a VERY nice new classmates for me, I don’t think I could be closer tothe edge them because I don’t think I could get along with what they’re talking, discussing, or joked at… duh, I don’t know. They’re seems to be so comfortable with what they’re now, seems like they don’t need any other…
…or hey, maybe, well, it just me who aren’t blend nicely with what I have now…?
Concepts of friendship, how I oftenly find myself, doubting it. Maybe it’s because I’m not THAT easy to make friends.
Well, welcome to the world, dear. Accept the imperfects of your life, for only the cowards who wish for a perfect life :’)
(yeah, ‘2’ is a very GREAT book!)
Well again, me, being disarmed and just told you my feeling, signing out for now. Keep fighting, be brave for your life, and enjoy your class, love your friends (:
Don't get it wrong, anyway, but, hey the fact is... well life goes on and although you really enjoy your class, you have to move up to your next upper-class, right? Oftenly not with the mates you have now, they will be changed with new friends and persons.
The usual thing happens are most people gets sad when the new teaching year begin because it means that they're supposed to be learned with new classmates... those who are enjoy their classmates in their previous grade would feel un-easy to accept the fact that they MUST share classes with someone(s) new.
Usually (again) that feeling-session was started with a very warm (?) separation (?) party (?) ----> heck please I'm Indonesian who was trying to get International (?)... in the holiday before. Like my XI class, on the last-year holiday, my XI grade class; XI IPA 8: MESIU (Monster Euphoria Sewelas IA Wolu. Translated: Eleven Science Eight Euphoric Monsters) went to Jogja for two days one night and we were... well, share the last warm class-moment and so on.
Oh, about the separation event (?) I attended, well, I would say that it was not bad and I was really enjoying it. We firstly went to the Baron Beach, then Kukup Beach... and subhanallah I really think that Kukup Beach are so nice with it's unique coral surface you can see and feel (?) in the edge of the beach, moreover the beach was not really crowded, so I think I enjoyed it much! LOL. Here's some photos taken there by my friend Dita :D, I only post the photos when we're in the beach, of course not all of it, tee-hee.
Another visit on my separation party, well, not really new places; sort of Malioboro and merchandise shop. Skip that but I think it was my very different Jogja trip, as I'm doing that with my friends. (yeah I am oftenly go there, Jogja; with my family because my aunt lives there...).
Back to what I've been blabbed (?) from the beginning. well, new classmates. After a nice-warm-I-don't-want-this-to-end separation event, of course life and school continue. When new school-year comes, the new classes announced, not everyone happy with their new class. It’s like OMG why I was in the same class with that bloody-smart, or with that cheesy, boring one lalala. LOL, don’t try to judge me because well, you know that it’s not absolutely wrong as I AM a high-school students. Zip it! LOL.
My question about that, well, why do they make it so serious? We’re all supposed to be friends, no choosing friends because it is really so-last-centruy (note it, not so-last-year anymore, rite? LOL), and hey don’t get it too cinetronic (?), we’re still in the same school! We can still have that warm hellos, nice hang-out moment, although we’re not in the same class with who we’re used to be. And who knows that we might get a very nice new friends in our new class? Get real, keep move on, sun still shines upon you.
Skip for that motivating session *LOL, well, there’s also good news for the ones who could luckily being in the same class with their closest friend(s) in their previous class. Woo-hoo Alhamdulillah! Can life be any more beautiful? *LOL
With that case, well, I could only say congratulations with a very nice straightface. LOL.
About that case, too, anyway, I think I have some emotional-pourings about it.
In my current class, there’re also friends which is previously ALSO in the same class. Aren’t they just lucky?
But one thing I noted that, they’re already felt comfortable with the others, so that oftenly when I see them, although they ARE nice and kind, and a very enjoyable (?) friends, I can’t bare the fact that they’re already have their clicks to each other; which made them oftenly felt enough to be just being around with each other. They have that clicks that they can keep.
They’re already close to each other before, so, maybe, why they should ‘explore’?
It’s not that I’m saying, they’re not blend with others, oh, of course they blend VERY nicely… but well, maybe it just me, could you believe… #throwned #getting-out-of-topic-by-singing-randomly
Well, for me, for what I see, however they ALREADY being a VERY nice new classmates for me, I don’t think I could be closer to
…or hey, maybe, well, it just me who aren’t blend nicely with what I have now…?
Concepts of friendship, how I oftenly find myself, doubting it. Maybe it’s because I’m not THAT easy to make friends.
Well, welcome to the world, dear. Accept the imperfects of your life, for only the cowards who wish for a perfect life :’)
(yeah, ‘2’ is a very GREAT book!)
Well again, me, being disarmed and just told you my feeling, signing out for now. Keep fighting, be brave for your life, and enjoy your class, love your friends (:
it's something about
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
RAMBLING,
School,
Ungkapan Hati
Monday, May 23, 2011
This, on May...
Honestly, I am on absolute surprise that... Thursday is getting near.

There are my FINAL TEST in 11th Grade, and there are struggling hopes, to catch an OWL.

...above all that, I should do my best (:

but near... also my Mother's birthday ♥
There are my FINAL TEST in 11th Grade, and there are struggling hopes, to catch an OWL.
...above all that, I should do my best (:
but near... also my Mother's birthday ♥
it's something about
Adam Young,
Cerita-Cerita,
Cerita-Cerita. My Activity. School,
Contemplations,
Curhat,
Favorited Things,
Owl City,
Tumblr,
Ungkapan Hati
Sunday, April 24, 2011
How's Things?
Haha. Duh lama-lama kok saya berkesan gak kreatip bener sih ngepost di sini, dari kemarin kerjaannya ganti template melulu *berguling* karena entah kenapa kok mesti tiba-tiba suka terasa ada yang mengganjal sendiri lihat template sendiri, padahal udah dicustomize capek-capek *dilempar* haha. Yah semoga yang ini bisa saya pake sampai cukup lama lah...
Sekarang setelah lama berlalu dan segala so lalalala...
How's things?
Well. Saya kalau ditanya pertanyaan semacam itu memang jarang menemukan jawaban yang tepat... How?
Biasanya saya hanya bakalan mengulas apa-apa aja yang sedang saya jalani saat ini, things happen, things I do, just... things.
Setelah Ujian Nasional SMA yang membuat saya belajar di rumah *boong deng* alias nganggur di rumah inetan dan makan tidur nonton tivi *ini bener*, saya merasa harus banyak memikirkan hal-hal.
Pertama yang terlintas dan paling remeh dan lua biasa geje gak penting adalah...
Kok bisa saya nggak mengabadikan ucapan Selamat Berjuang ke kakak-kakak yang kemarin UN di sini -______-
Walaupun tentu saja saya berharap agar semua kakak-kakak dan tentunya adik-adik SMP kelas 9 bisa lulus dengan baik dan dapet yang terbaik untuk melanjutkan segalanya^^b
Ah, feels like a shame to know that I'm rarely share something like that...
.
.
.
Lalu, tentang kegemaran baru saya untuk mengutak-atik Photoshop Elements 7.0 saya dan main RPG Text-Based yang belakangan rasanya begitu menggila dan entah kenapa membuat saya menjadi semakin irresponsible terhadap apa yang seharusnya saya lakuin... *sigh*
Iya, saya rasa belakangan ini saya udah membuang waktu percuma karena terlalu banyak wasting time di depan komputer untuk sotosop-an dan main RP walau sebenarnya sebatas browsing sih... tapi parahnya sampai menelantarkan cukup banyak tugas yang seharusnya saya harus segera kerjain begitu saya nyalain laptop... orzorzorz
H. O. W?
Padahal intinya saya itu sebenarnya tidak perlu ngoyo kok untuk kebanyakan buka buka sotosop ataupun ngurusin RP, nggak ada utang, kalaupun ada juga bukan utang yang mendesak. Kalaupun saya utek-utek sotosop kebanyakan juga sebenarnya nggak perlu-perlu amat karena saya nggak ada keperluan mendesak untuk membuat yang semacam itu.
Heran. Saya HERAN banget sama diri saya ini #lebaydangdut
Memang saya menyukai melakukan kedua hal itu, pelan-pelan saya udah mulai sedikit mengembangkan kemampuan saya mengutak-utik gambar menjadi gambar-gambir mini berupa avatar dan signature sekadarnya, lalu juga saya suka mengikuti apa tantangan dalam bermain RP yang menuntut saya mempunyai kemampuan menulis yang memadai dalam 'menggerakkan' sebuah karakter...
...sayangnya sekarang ini agak sedikit terlambat buat saya untuk nyadar kalau sebenarnya
I don't need to overdo it.
Saya menyadari, walaupun terlambat, kalau saya harus bisa membagi waktu antara kapan saya bisa melakukan semua yang saya suka dengan semua yang saya harus lakukan. Silly ya?
Banyak yang harus saya pikirkan dan tata dari sekarang.
Misalnya, saya sudah mau naik kelas 12 (Amin Insya Allah...) dan untuk itu laporan pertengahan semester kedua saya saja sudah menegur bahwa masih banyak yang harus saya perbaiki untuk memperoleh hasil yang baik, nilai saya menurut itu masih harus diperbaiki kalau saya ingin naik kelas. Selain itu juga ada cukup banyak tugas yang menunggak, yang harus saya selesaiin kalau ingin dapat nilai yang baik.
Untuk itu saya harus bisa membagi 'diri' dengan simetris, saya harus menetapkan mindset bahwa saat ini saya harus bisa menekan keinginan saya yang tidak berhubungan dengan sekolah, lalu mengedepankan tanggung jawab saya sebagai pelajar.
Iya, pada akhirnya saya harus ingat kalau saya itu memulai semuanya dengan diri saya sebagai seorang pelajar. Saya lebih dulu adalah seorang pelajar sebelum saya menjadi salah satu fanficcer a.k.a pembuat fanfiksi, menjadi RP-er, dan menjadi sotosop-crasher (?).
Sudah sepantasnya 'kan, saya lebih memegang kuat apa yang menjadi 'akar' saya?
Lupakanlah dulu kenyataan di forum RP yang itu bahwa chara saya yang manis dan cengengesan itu tidak dihampiri pasangan dansanya di pesta akhir musim panas. Lupakanlah dulu kenyataan bahwa saya harus belajar mengkarakterisasi chara kedua saya di forum RP satunya. Lupakanlah dulu bahwa saya ingin membuat koleksi set dari render-render yang sudah saya kumpulkan.
Sudahlah, karena belakangan saya menyadari bahwa saya kadang terlalu memikirkan 'mereka' yang di luar ketimbang mengurusi kewajiban sendiri.
.
.
.
.
Ah, entah apa saja yang sudah saya tumpahkan di sini, setidaknya sekarang saya sudah harus bisa konsisten. Saya harus menciptakan simetrisitas sempurna (like the name of this all, rite? :p) dalam cara saya menghabiskan waktu.
Karena selama waktu masih bisa berjalan, mungkin kita belum terlambat :)
...
dan biarkan sepenggal lirik dari Coldplay ini menutup setetes #ceilah tumpahan pikiran saya kali ini, masih banyak kok yang ingin saya tumpahkan di sini. But I guess, later. Assignments, maan!
Nobody says it was easy,No one ever said it would be this hard,Oh take me back to the start...-The Scientist: Coldplay
it's something about
Cerita-Cerita,
Contemplations,
Curhat,
I think...,
Introspeksi,
My Activity,
RAMBLING,
RolePlaying,
Ungkapan Hati
Subscribe to:
Posts (Atom)